Kerekam Lagi, Titipan Uang di Jalanan Selain Rekaman Elanto

Sebelumnya kita dihebohkan oleh video unggahan Elanto Wijoyono terkait dugaan pungli di pos polisi Pojok Beteng Wetan, Kota Yogyakarta. Kini terjadi lagi, pungli di jalanan yang berkedok “titipan tilang.”

Dalam video ini, tidak terlalu jelas permasalahannya kenapa. Jika dilihat lebih teliti, oknum tersebut akan menilang SIM pengemudi dan akan memberikan surat tilangnya. Namun Oknum tersebut menawarkan bantuan jika mau, si sopir akan dibantu bayar dendanya dengan menitipkan uang tilang tersebut dan SIM akan diserahkan kembali.

Oknum penilang tersebut sadar akan aksinya yang direkam dan meminta untuk menghentikannya. Karena hal tersebut, penumpang tiba-tiba ribut sendiri. Salah satu penumpang berucap jika dia adalah seorang profesor yang mengajar di salah satu perguruan tinggi (UNPAD). Video ini cukup menghebohkan netizen, berikut videonya :

Perlu diketahui, menurut Undang – Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Titipan uang tilang dapat langsung di transfer ke bank yang di tunjuk oleh pemerintah. Dalam putusan pengadilan, nantinya pengadilan akan menetapkan pidana denda lebih kecil daripada uang denda yang dititipkan ke bank. Sisa uang denda harus diberitahukan kepada pelanggar untuk diambil. Untuk lebih jelasnya, berikut bunyi pasal 267, 268, dan 269 dalam Undang – Undang No. 22 Tahun 2009 :

Pasal 267

  1. Setiap pelanggaran di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang diperiksa menurut acara pemeriksaan cepat dapat dikenai pidana denda berdasarkan penetapan pengadilan.
  2. Acara pemeriksaan cepat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilaksanakan tanpa kehadiran pelanggar.
  3. Pelanggar yang tidak dapat hadir sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat menitipkan denda kepada bank yang ditunjuk oleh Pemerintah.
  4. Jumlah denda yang dititipkan kepada bank sebagaimana dimaksud pada ayat (3) sebesar denda maksimal yang dikenakan untuk setiap pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Bukti penitipan uang denda wajib dilampirkan dalam berkas bukti pelanggaran.

Pasal 268

  1. Dalam hal putusan pengadilan menetapkan pidana denda lebih kecil daripada uang denda yang dititipkan, sisa uang denda harus diberitahukan kepada pelanggar untuk diambil.
  2. Sisa uang denda sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang tidak diambil dalam waktu 1 (satu) tahun sejak penetapan putusan pengadilan disetorkan ke kas negara.

Pasal 269

  1. Uang denda yang ditetapkan pengadilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 267 ayat (1) disetorkan ke kas negara sebagai penerimaan negara bukan pajak.
  2. Sebagian penerimaan negara bukan pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dialokasikan sebagai insentif bagi petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil yang melaksanakan penegakan hukum di Jalan yang pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Perhatikan Pasal 269, dijelaskan jika uang denda tersebut akan di setorkan ke kas negara dan akan dialokasikan pada petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. Gamblangnya, uang denda tersebut akan diberikan lagi pada petugas penilang, namun bedanya akan dibagi secara rata. Entah dalam hal penambahan gaji, penambahan infrastruktur atau yang lainnya yang terkait dengan hal tersebut. Karena itu, usahakanlah ikuti hukum yang berlaku agar tidak memanjakan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Tags: Dosen Unpad Elanto Rekaman Pungli Rekaman Selain Elanto Rekaman Titipan Tilang

author
Author: 

Related Post "Kerekam Lagi, Titipan Uang di Jalanan Selain Rekaman Elanto"

RM Dorodjatun, PNS Pertama Indonesia yang Patut Diteladani
Pegawai Negeri Sipil atau yang biasa disebut
Yuk Kenalan dengan Enny Arrow, Si Ratu Erotika Indonesia
Enny Arrow, nama ini pernah populer di
13 Uang Logam Indonesia yang Mengandung Emas
Beberapa tahun silam, bahkan sampai saat ini
6 Makanan Pedas Indonesia Tahun 2017 Paling Viral
Tak terelakkan lagi jika Indonesia sangat terkenal

Leave a reply "Kerekam Lagi, Titipan Uang di Jalanan Selain Rekaman Elanto"