Ini Alasannya Kendaraan Bermotor Mati Saat Lewat Rel Kereta Api

Menghindari kemacetan jalan utama kota memang sulit untuk dihindari. Keramaian kendaraan bermotor yang ingin berangkat atau pulang kerja, sekolah, kuliah, ataupun yang hanya sekedar ingin jalan-jalan melepas suntuk pun tidak terelakkan. Untuk menghindarinya, banyak pengendara yang mencoba untuk mencari jalan alternatif dan bahkan ada yang melanggar peraturan lalu lintas.

Tidak sedikit pengendara yang mengalami kecelakaan saat melanggar rambu-rambu lalu lintas, salah satunya saat pengendara menerobos palang rel kereta api yang mau menutup jalan. Namun tidak semua jalur perlintasan kereta api yang memiliki pintu seperti ini.

Di Jawa Barat saja, dari sekitar 400 perlintasan kereta api, hanya 100 perlintasan saja yang merupakan perlintasan resmi. Dari 100 perlintasan resmi itupun tidak semuanya memiliki pintu/palang perlintasan. Hal ini juga yang dapat meningkatkan resiko kecelakaan pada pengendara kendaraan bermotor.

Rel Kereta Api

Fungsi dari pintu perlintasan kereta api ini untuk mencegah para pengendara untuk tidak melintas. Pada saat pintu perlintasan bergerak, biasanya kereta api sudah sampai 2-3 km dari perlintasan. Jika pengendara masih memaksa saat pintu mulai bergerak, mesin kendaraan bisa mati di tengah jalur kereta api bergerak. Hal ini terjadi karena adanya gelombang elektromagnetik dari lokomotif yang sudah merambat melalui rel yang terbuat dari baja dan hal tersebut bisa mempengaruhi sistem kelistrikan pada kendaraan. Karena hal tersebutlah pintu perlintasan kereta api selalu ditutup jauh sebelum lokomotif tiba diperlintasan.

Baca juga : Inilah 10 Jalur Kereta Api Paling Ekstrim di Indonesia

Selain karena hal tersebut, biasanya mesin kendaraan mati karena pengendara yang gugup dan panik saat kereta api akan sampai. Oleh karena hal itu, hal terbaik agar tidak mengalami kecelakan yaitu dengan mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang terpasang dimanapun itu berada.

Bagi mesin yang sudah terlanjur mati ditengah perlintasan kereta api biasanya akan sulit untuk dihidupkan. Semakin dekat jarak lokomotif, makan semakin besar gangguan elektromagnetik yang diterima kendaran. Sebagian besar, gangguan seperti ini biasanya diterima oleh kendaraan yang menggunakan bahan bakar bensin.

Lalu apa yang harus dilakukan jika hal seperti ini menimpa anda? Jangan langsung hidupkan kendaraan anda, bunyikanlah klakson terlebih dahulu. Hal ini seperti sistem kejut untuk kendaraan dan cobalah untuk menyalakan kembali kendaraan anda. Namun jika masih belum bisa, jangan paksa kendaraan anda untuk hidup. Lebih baik dorong kendaraan anda sampai keluar perlintasan kereta api.

Agar tidak pernah terjadi seperti hal tersebut, lebih baik anda mematuhi rambu-rambu lalu lintas.

Tags: Kereta Api Rel Kereta Api

Related Post "Ini Alasannya Kendaraan Bermotor Mati Saat Lewat Rel Kereta Api"

Bocah 9 Tahun Lamar Kerja di NASA, Ini Balasannya
Pada bulan Juli 2017 lalu, Badan Penerbangan
RM Dorodjatun, PNS Pertama Indonesia yang Patut Diteladani
Pegawai Negeri Sipil atau yang biasa disebut
Air Minum Tak Pernah Basi, Inilah Fungsi Tanggal Kedaluwarsa Air Minum Kemasan
Kebutuhan sehari-hari kita tidak pernah lepas dengan
Yuk Kenalan dengan Enny Arrow, Si Ratu Erotika Indonesia
Enny Arrow, nama ini pernah populer di

Leave a reply "Ini Alasannya Kendaraan Bermotor Mati Saat Lewat Rel Kereta Api"