Asal Usul Pudge #15

Cerita Sebelumnya : Laga Silencer vs Traxex ternyata dimenangkan oleh Traxex setelah Silencer (gurunya Traxex) berhasil memancing kekuatan terpendam milik Traxex yang sebenarnya merupakan keturunan hero kelas dewa sama dengan SIlencer. Panah kematian adalah skill dewa yang dimiliki Traxex, passive, namun sebelum nyawa Silencer melayang ia menggunakan skill dewanya yaitu Ultra Skill Modify. Skill Silencer dapat merubah sebuah skill dewa hero lainnya dari passive menjadi aktif dan membuat skill dewa tersebut tidak akan bisa hilang. Namun 1 hal yang sangat disayangkan, Silencer tidak sempat memberitahukan siapa sebenarnya orang tua dari Traxex. Traxex pun ingin mengetahui siapa sebenarnya orang tuanya, dia yakin semua ini ada hubungannya dengan Negeri DotA yang sebenarnya yang dihuni oleh kebanyakan hero kelas dewa. Terlepas dari itu semua, pertandingan antara Magina vs Terror akan dilaksanakan besok hari.

Sehabis pemakaman Silencer, Traxex pun pergi ke suatu tempat dimana ia pertama kali di izinkan menuntut ilmu dengan Silencer khususnya untuk mendapatkan Ability Silence, tempat tersebut dipenuhi dengan pepohonan dan rumput hijau, Traxex pun berjalan menuju sebuah pohon tempat ia latihan memanah dulu.

Sekilas ingatan Traxex.

Silencer : Ayo Traxex, aku akan bersandar di pohon ini, sekarang tembak apel yang akan kuletakkan di kepalaku ini dengan panah khusus ini, panah ini tidak akan melukai ku jika kau salah menembak target tapi hanya akan melekat dengan keras, jadi bila apel ini kau tembak dengan pas, maka panah itu akan menempel di apel tersebut, bagaimana Traxex, kau siap??

Traxex : Mm… (mengangguk)

Traxex : (Mengarahkan Panahnya)

Silencer : Ingat tembak targetnya.

Panah Traxex pun melayang dengan sangat cepat dan mantap.

Silencer : Ukh…… Kurang ajar kau Traxex!!!! Ukh….. Aku kan suruh menembak Apel dikepalaku, bukan Apel di bawah ini!!!! Ukh… ngilu… Sini kau!!!

Traxex : Hihihihi… Maaf Guru… (lari)

Silencer : Jangan lari kau!!! Bocah tengik!!!

Traxex : T.T Guru, maafkan aku. Aku masih ingin seperti dulu. (masih terus menangis sambil memukul pohon itu)

(Orang Tak diKenal) : Tidak ada yang perlu kau tangisi Traxex.

Traxex : (terkejut sambil mengeluarkan panahnya) siapa kau?

OTK : (tiba – tiba saja telah berdiri sesosok orang memakai tutup kepala di sebelah Traxex dan merebut anak panahnya) hei.. hei… jangan maen panah dong, aku takut ne kena panah kematian mu itu.

Traxex : (cepat sekali pergerakan orang ini, aku bahkan tidak bisa melihatnya bergerak ke arahku) Siapa kau?

OTK : Tenang Traxex, siapa sebenarnya diriku itu tidak penting.

Silencer telah berbuat benar dengan membangkitkan skill dewamu, bahkan ia telah melakukan modifikasi terhadap skillmu itu. Itu akan berguna nanti di Negeri DotA..The Fairy Land begitu kami menyebutnya. Dan di sanalah nantinya kau akan mengetahui siapa sebenarnya orang tuamu. Jadi, apakah kau mau pergi bersamaku ke Fairy land?

Traxex : Apa hubungan kau dengan guruku?

OTK : Baiklah kalau kau ingin tau, silencer adalah Hero yang memiliki peran penting di Fairy Land, namun ia sudah bosan dengan kehidupan disana, ditambah lagi, penguasa tertinggi di Fairy Land memaksanya untuk melakukan modifying terhadap skill dewa pemimpin itu, tapi Silencer tidak ingin melakukannya dan diapun pergi meninggalkan negeri itu dan pergi ke negeri DotA luar ini, sebelum ia pergi orang tuamu menitipkanmu kepada Silencer karena pada saat itu pemimpin Fairy Land membutuhkan Hero kelas dewa yang wanita untuk dijadikan makanannya hidup – hidup, itu akan meningkatkan kekuatan Aginya 25%.

Traxex : berarti kau tau siapa orang tuaku? Cepat katakan!!!

OTK : Maaf Traxex, Silencer sendiri tidak pernah mengatakannya padaku nama orang tuamu, tapi jika kau bersedia ke Fairy Land, aku akan membantumu mencari orang tuamu.

Traxex : Tapi,  di sini kan masih dilangsungkan pertandingan..

OTK : Traxex,  Traxex,  untuk apa kau ikut pertandingan di sini, apa yang bisa kau dapat kan jika kau menang dalam kompetisi kacangan seperti ini, lebih baik kau bergerak dari sekarang untuk mencari tau tentang orang tuamu di Fairy Land, dan akupun bersedia membantumu.

Traxex : (apa yang harus ku lakukan?) Hmmm,  baiklah,  aku ikut denganmu.

OTK : ^_^ aku senang dengan keputusanmu, ayo ikuti aku.

Traxex pun pergi menuju The Fairy Land bersama dengan Orang Tak Dikenal tersebut, ternyata dia memang penasaran siapa orang tuanya sebenarnya, lalu bagaimana dengan pertandingannya di sini.

Rylai : Traxex!!! Traxex!!!

Magina : (berpapasan dengan Rylai)

Rylai : Magina!! Apa kau melihat Traxex?? Sejak tadi ku cari belum juga bersua.

Magina : Tidak, dia kan memang sering menghilang, tar juga balik sendiri.

Rylai : Huh.. jawaban yang tidak memuaskan.

Keesokan harinya, di arena pertandingan telah berdiri 2 sosok Hero yang saling mengeluarkan hawa pertarungannya, Magina dan Terrorblade.

Storm : Baiklah saudara – saudara sekalian. Kini pertandingan yang sangat seru akan terjadi antara Magina VS Terrorblade..

Rylai : Omni, apakah kau bisa merasakannya?

Purist : Ukh, benar – benar hawa pertarungan yang menakutkan, aku saja sampai gemetar hanya dengan merasakannya.

Troll : Ini akan jadi pertempuran yang sangat menarik. Terror tak bisa mengeluarkan bayangannya yang mengerikan itu, tapi dia masih memiliki sunder untuk mengantisipasi HP nya yang low, carry item default yang dibawa Terror banyak yang dilarang dalam pertandingan ini seperti Guinsoo, Manta, jadi dia harus menggantinya entah apa taktiknya kali ini. Di lain pihak, Magina masih terpukul atas kematian Mortred, hasratnya tidak terbendung lagi untuk menaklukan Slardar.

Magina & TB Equipment

 

Magina
TB
PT
PT
Butterfly
HoT
Cuiras
HoT
Cranium
Butterfly
Buriza
Buriza
HoT
MKB

 

Magina : Sudah lama kita tidak berhadapan di suatu pertarungan, ya kan Terror.

Terror : Begitulah, semenjak kau kukalahkan terakhir kali, kita tidak pernah bertemu lagi. Kau pasti sangat kesal atas kekalahan itu. Huahahaha

Magina : Tertawalah sepuasnya, karena kau tidak akan pernah lagi merasakan nikmatnya pertarungan. Tapi kusaranakan 1 hal, kau tidak perlu mengeluarkan sunder mu itu lagi, aku takut kau tidak bisa lagi menerima serangan ku ini lagi.

Terror : Huahaha… Untuk menghadapimu aku sama sekali tidak perlu mengeluarkan sunder.

Mereka berdua merupakan saudara kembar. Namun memiliki watak yang berbeda, biarpun mereka berdua sering berbeda paham, sering berduel untuk menyelasaikan suatu masalah, tapi mereka sebenarnya saling menyayangi satu sama lain, mereka tidak pernah mengungkapkannya secara langsung, begitulah mereka berdua.

Ilustrasi TB & Magina

Magina & TB Chibi

[collapse]

Terror : Bagaimana Magina? Kau sudah siap menerima seranganku, ingat aku tidak segan – segan melukaimu.

Magina : Begitu juga denganku

Angin pertarungan terhembus dari jiwa – jiwa mereka, membuat suasana pertandingan menjadi penuh ketegangan. Siapa kah yang akan memenangkan pertandingan ini??

Tags: Cerita DotA Luvlamerz Story DotA

author
Author: 

Related Post "Asal Usul Pudge #15"

8 Karakter Menyeramkan yang Menghantui Hari Natal
Kegembiraan dan kebersamaan keluarga menjadi salah satu
Intip Indahnya Gunung Huaguo, Tempat Lahirnya Si Raja Kera
Tahukah anda dengan legenda Si Raja Kera,
4 Angkutan Angker Di Jakarta Beserta Kisahnya
Angkutan umum memang selalu menjadi pilihan bagi
6 Kisah Cinta Paling Romantis Sepanjang Masa
Cinta memang tidak pernah lepas dari kehidupan

Leave a reply "Asal Usul Pudge #15"