16 Spesies Hewan Baru Hasil Peranakan Hewan yang Berbeda

Seiring berjalannya waktu, populasi manusia semakin banyak. Kebutuhan hidup manusia yang begitu tinggi membuat beberapa mahluk hidup lain terancam punah. Tak hanya itu , kemampuan berpikir manusia pun melibatkan benda mati menjadi sasaran agar tetap bertaham hidup. Meski tumbuhan dan hewan termasuk sumber daya alam yang dapat diperbaharui, jika diekspolitasi dan tidak dipelihara dengan baik akan membuatnya terancam punah.

Beberapa dekade ini, sulit sekali melihat beberapa spesies hewan karena diburu manusia. Melihat hal tersebut, manusia mencoba untuk membuat spesies hewan baru dengan mengawin silangkan hewan yang berbeda, dan ini berhasil. Tak hanya dengan bantuan manusia, di alam pun ternyata kawin silang seperti ini sudah dilakukan sendiri oleh beberapa hewan. Berikut beberapa spesies hewan baru hasil peranakan hewan yang berbeda.

Kucing Bengal

Kucing Bengal

Kucing bengal ini merupakah hasil persilangan antara Leopard Asia dan kucing lokal rumahan (kucing kampung). Pertama kali kucing bengal ini dikembiangkan saat abad ke-19 dan ke-20. Warna kucing ini beragam seperti warna abu-abu, coklat, orange dengan bintik hitam, rata-rata mempunyai pola seperti leopard.

Liger

Liger

Liger merupakan hewan hasil peranakan singa jantan dan harimau betina. Karena keduanya berasal dari karnivora yang tergolong buas, liger pun punya perangai yang sama. Pada awal abad ke-18, kucing besar ini sengaja di kembangbiakkan oleh manusia, namun dialam pun ternyata hewan ini dapat ditemui meski sangat jarang sekali. Kucing terbesar ini memiliki karakteristik induknya, dia bisa berenang seperti harimau dan bersosialisasi seperti singa.

Baca juga : 9 Rekor Dunia Seputar Perang Sepanjang Sejarah

Cama

Cama

Cama adalah hewan hasil peranakan antara lama betina dan unta jantan. Hewan ini pertama kali dikembangbiakkan pada tahun 1998 melalui inseminasi buatan. Secara fisik, cama tidak memiliki punuk seperti unta, dia memiliki telinga unta dan ekor yang panjang, sedangkan ruas kukunya terbelah seperti lama.

Kucing Savannah

Kucing Savannah

Kucing savannah merupakan perpaduan antara kucing Georgia dengan kucing Afrika. Kucing ini ada beberapa kemiripan dengan kucing bengal karena corak warnanya. Namun telingannya yang panjang membuat kucing ini terlihat seperti rubah. Perilakunya sangat jinak, hampir sama dengan anjing yang setia pada tuannya.

Coywolf

Coywolf

Seperti namanya, coywolf hasil peranakan dari coyote (anjing hutan) dan serigala. Coywolf tidak dikembangkan oleh manusia, melainkan berkembang biak secara alami antara coyote dan serigala. Perilakunya mirip dengan serigala yang suka berburu dan agresif. Namun jika melihat pemukiman penduduk, dia akan menjauh, mirip dengan perilaku coyote.

Baca juga : 5 Band yang Tolak Lipsync dan Sengaja Permalukan Acara TV

Grolar Bear

Grolar Bear

Grolar bear merupakan kombinasi antara beruang madu dan beruang kutub. Pada dasarnya, beruang kutub lebih memilih kawin diatas es, sedangkan beruang madu lebih memilih di darat. Anehnya, grolar bear ini berkembang biak secara alami di alam dan ditemukan pada tahun 2006 oleh para pemburu. Berdasarkan hasil tes DNA, grolar yang ditemukan tersebut memiliki DNA sama dengan beruang madu dan beruang kutub.

Wholphin

Wholphin

Wholphin merupakan hasil perkawinan antara paus pembunuh  palsu dan lumba-lumba kepala botol Atlantik. Hewan ini pertama kali ditemukan di taman Laut Oahu, Hawaii dengan menyatukan paus pembunuh dan lumba-lumba di satu kolam.

Baca juga : Ranking Pendidikan Dunia Tahun 2015, Indonesia Ke Berapa?

Iron Age Pig

Iron Age Pig

Iron age pig merupakan hasil perkawinan antara babi hutan dan babi peliharaan. Nama iron age pig diambil karena hewan ini dikembang biakkan saat zaman besi di Eropa Kuno. Babi jenis ini sangat agresif dan sangat sulit untuk dijinakkan ketimbang babi pada umumnya.

Dzo

Dzo

Dzo, kadang disebut juga dengan Yakow merupakan hasil perkawinan antara yak dan sapi lokal Mongolia. Hewan ini dikembang biakan dengan tujuan untuk membantu peternakan. Tenaganya yang sangat kuat, tingkat produksi susu yang tinggi, ukuran tubuh yang lebih besar dan serat daging yang lebih bagus dari induknya sangat digemari di negeri asalnya.

Hinny

Hinny

Hinny merupakan hasil perkawinan antara kuda jantan dan keledai betina. Secara fisik memiliki tubuh yang kecil, sehingga tidak bisa menjadi hewan pengangkut seperti induknya. Binatang ini biasanya hanya sebagai peliharaan saja.

Baca juga : 5 Hal Konyol yang Terjadi Jika Meteor Jatuh di Indonesia

Baghal

Baghal

Baghal merupakan keturunan kuda betina dan keledai jantan. Namun hewan yang satu ini sangat berbeda dengan hinny. Baghal mempunyai tubuh yang besar, wajah mirip keledai dengan kepala yang pendek, telinga dan rambut yang panjang. Kakinya yang kuat dapat membuatnya menjadi hewan pengangkut, namun larinya tidak secepat kuda.

Burung Pheasant

Pheasant

Pheasant merupakan burung yang sangat indah. Burung ini hasil perkawinan antara burung pegar emas jantan dan ayam hutan amherst betina. Warna-warna bulu dari kedua orang tuanya terwariskan dengan indah pada burung yang satu ini.

Toast of Botswana

Toast of Botswana

Toast of Botswana merupakan hasil perkawinan antara kambing betina dan domba jantan. Secara fisik memiliki mantel berbulu kasar dan kaki panjang seperti kambing. Hewan ini berkembang biak secara alami tanpa bantuan manusia. Toast of Botswana pertama kali di temukan pada tahun 2000 di Botswana.

Leopon

Leopon

Leopon merupakan adalah hewan hasil persilangan antara macan tutul jantan dan singa betina. Secara fisik hewan ini mirip dengan macan tutul, namun kepala yang dipenuhi rambut yang berjumbai mirip dengan singa. Hewan ini merupakan salah satu proyek dari penangkaran taman Koshien Hanshin di Kota Nishinomiya, Jepang pada abad ke-19.

Baca juga : Mike, Ayam Tanpa Kepala ini Hidup Selama 18 Bulan

Zebroid

Zonkey

Zebroid merupakan hasil perkawinan antara keledai jantan dan zebra betina. Hasil perkawinan dua jenis hewan ini tidak sepenuhnya sama. Beragam warna dan corak tubuh yang dihasil dua hewan ini sehingga hewan tersebut dikelompokkan berdasarkan warna, seperti zony, eclyse, zorse, dan zonkey.

Mangalitsa

Mangalitsa

Mangalitsa adalah seekor babi dari babi sumadija dengan babi bakony dan szalonta. Hewan ini pertama kali di kawin silangkan oleh pangeran serbia ketujuh putra dari kaisar Romawi Leopold II, Archduke Anton Johann pada tahun 1830an. Babi ini mempunya ciri fisik tubuh yang dipenuhi dengan bulum tebal seperti domba.

Baca juga : Aneh, Bagian Tubuh Siput Ini Setengah Tumbuhan

Tags: Hewan Langka Hybrid Kawin Silang Spesies Baru

Related Post "16 Spesies Hewan Baru Hasil Peranakan Hewan yang Berbeda"

Bocah 9 Tahun Lamar Kerja di NASA, Ini Balasannya
Pada bulan Juli 2017 lalu, Badan Penerbangan
Pemetik Edelweis Rinjani, Kini Jadi Duta Pelestari Tanaman
Masih ingatkah anda dengan foto pemetik bunga
7 Hal Langka yang Akan Terjadi Pada Haji 2017
Haji adalah pelaksanaan rukun iman ke-5 yang
8 Karakter Menyeramkan yang Menghantui Hari Natal
Kegembiraan dan kebersamaan keluarga menjadi salah satu
  1. author

    meong2 years agoReply

    itu hoax kali bro

    • author

      Sikerok (Author)2 years agoReply

      Monggo di searching aja bro, di national geography, bbc dll. 🙂

Leave a reply "16 Spesies Hewan Baru Hasil Peranakan Hewan yang Berbeda"